Home

Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Dimanakah Posisi Bisnis Anda?




Hari yang cerah pada 10 Juni lalu memberi kesempatan pada saya untuk bisa mengikuti sebuah mini workshop & business coaching yang diselenggarakan oleh komunitas Tangan Di Atas (TDA) area Tangerang Raya. Workshop diselenggarakan di restoran Mang Kabayan, Tangerang, dengan tema ‘Jadi, Anda Ingin Menjadi Pengusaha?’. Sebagai pemateri adalah seorang entrepreneur coach sekaligus penulis buku dengan judul yang sama, Mr.  Jhony ‘Jhon’ Rusly.

Workshop terasa menyenangkan karena seakan memotret perjalanan bisnis kami, para peserta workshop, khususnya saya sebagai pemula. Sesuai temanya, workshop banyak mengupas tentang bagaimana memulai bisnis dengan segala suka-dukanya. Kalau Anda ingin tahu materi lengkapnya, silakan baca bukunya aja ya.. karena yang akan saya share  di sini adalah sisi lain yang belum tertulis dalam buku.

Sobat, menurut saya adalah penting untuk mengetahui sampai dimanakah perjalanan bisnis kita. Dengan mengetahui posisi bisnis kita, maka

Rabu, 08 Desember 2010

Daftar 40 Orang Indonesia Terkaya & Jumlah Kekayaannya


REPUBLIKA.CO.ID, Berikut daftar lengkap dari 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes:

1. R Budi (69) dan Michael Hartono (71) dengan penghasilan 11 miliar dolar AS. Keduanya pewaris perusahaan rokok Djarum. Selain itu mereka mendapat pemasukan besar dari Bank Central Asia dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

2. Susilo Wonowidjojo (54) dengan penghasilan delapan miliar dolar AS. Pemimpin pabrik rokok Gudang Garam milik keluarganya. Selain dari pabrik rokok, penghasilannya juga berumber dari perusahaan minyak kelapa sawit.

3. Eka Tjipta Widjaja (87) dengan penghasilan enam miliar dolar AS. Lebih dari separuh kekayaan ayah dari 15 anak ini berasal dari bisnis minyak sawit Golden Agri-Resources yang dijalankan anaknya, Franky.

4. Martua Sitorus (50) dengan penghasilan 3,2 miliar dolar AS. Ayah dari empat anak ini adalah pimpinan Wilmar International, pedagang minyak sawit besar di Asia.

Jumat, 08 Oktober 2010

The Miracles of 'Sillatur-rahmi'


Pasti ada hikmah dibalik segala sesuatu yang terjadi, pun dengan sillaturrahmi, apalagi Rasulullah sampai menyampaikannya dalam salah satu sabda beliau yang sangat populer, "Barang siapa suka rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Masih berkaitan dengan membangun & mengelola network/jaringan, Alhamdulillah minggu lalu, tepatnya Sabtu-Senin, 2-4 Oktober 2010 kemarin, saya berkesempatan untuk sillaturrahmi ke temen & saudara di Depok & Jakarta Timur.

Adalah orang-orang luar biasa yang selalu bersedia memberikan inspirasi & bertukar ide-ide brilian. Appointment pertama di kampus UI Depok dengan mba Ita (Trianita Kurniati) yang lagi ambil S2, kakak kedua dalam ‘gang of the four musketeer’ ini saya kenal sejak aktif di Rumah Zakat Indonesia pada akhir 2007 sampai sekarang dimana kami berdua sama-sama sudah tidak di RZI lagi :).

Bersama mba Ita selalu muncul ide-ide segar tentang bisnis & pengembangannya. Ide franchise ‘modern retail buah segar’ yang sekarang saya kembangkan pun pertama kali keluar dari bibirnya jauh sebelum saya resign dari tempat kerja sebelumnya, hebat kan??? Dalam kesempatan kemarin pun kami diskusikan pengembangannya dengan aneka kudapan buah & diversifikasinya. In the fact, it’s not only about fruit, banyak ide peluang bisnis lain yang unik & prospektif yang bermunculan, ide2 yang lain ini saya kasih tahu lain kali ya.. still secret :)

Selesai dengan mba Ita berlanjut ke kang Hajar Sasongko, seorang sahabat semasa masih di STMN Pembangunan Semarang, aktifitas beliau sekarang sebagai ‘Relationship Manager’ di BRI Pusat. Hmmm.. ternyata udah 6 tahun kami ngga ketemu sejak pertemuan terakhir kami di tahun 2004, lama juga ya???

Oiya, sekarang kang Hajar bareng sang istri lagi mengembangkan bisnis kedai kopi dengan brand 'KOPI TENDA', kedai pertamanya udah buka di Semarang sejak Agustus kemarin & kedai berikutnya akan segera menyusul. Sukses ya kang.. :)

Sabtu itu saya tutup dengan menginap di rumah saudara sepupu saya, gus Waidl (kira2 begitu temen2-nya memanggil beliau, maklum aktivis NU euy..), kebetulan per 1 Oktober ini beliau diamanahi sebagai direktur LAKPESDAM NU, sebuah lembaga strategis NU (Nahdlatul Ulama) yang bertanggung jawab untuk mengkaji & mengembangkan Sumber Daya Manusia. Kali ini kami lebih banyak berdiskusi tentang tasawwuf, sebuah ‘interest’ baru saya dalam upaya memahami hidup ini lebih komprehensif.

Sempat menginap 2 malam di rumah gus Waidl, agenda diakhiri Senin siang untuk bertemu sahabat seperjuangan sewaktu masih di LKMS Mozaik, Hasnil Hasyim namanya. Sekarang beliau lagi merintis pendirian sebuah BMT (Baitul Maal wa Tamwil) di Depok. Tengkyu atas waktunya ya kang.. :D

‘Take action, miracles will happens’, Allah selalu berikan ‘miracles-Nya’ ketika kita sudah berusaha dengan sungguh-sungguh. Terbukti, inspirasi itu tidak hanya datang dari temen2 tersebut, bener-bener tak disangka, ketika saya muter2 dari tempat teman satu ke temen lainnya, pakai beberapa kali tersesat juga, justru saya menemukan sebuah inspirasi ‘model bisnis’ yang sedang saya kembangkan, sebuah ‘modern retail buah segar’. Jurus andalan pun di keluarkan, ATM : Amati – Tiru – Modifikasi. Benchmark habissss.. sambil membulatkan tekad “Lihat tahun depan, saya sudah di depan Anda hhaa.. :D”

Keep fighting sobat, Sampai ketemu di puncak sukses :)

note: Tulisan ini sebagai catatan pribadi dalam perjalanan bisnis, semoga bermanfaat juga bagi sobat yang membaca. oya, foto saya ambil dari facebook temen2 & mohon maaf tanpa ijin (diijinkan ya..??? Sambil ikutan nampang gitu loh.. :))

Kamis, 30 September 2010

‘Capital Network’, Cara Cerdas Membangun Imperium Bisnis


‘Saya mau bikin usaha tapi belum punya modal pa..’

‘Kalau mau memulai bisnis, modal dulu atau semangat dulu?’

‘Kira-kira berapa uang yang dibutuhkan untuk memulai usaha bengkel?’

‘Saya mau mengembangkan warung makan saya tapi setiap pengajuan pembiayaan ke bank pasti ditolak’

‘Bertahun-tahun jadi professional, tabunganku masih belum cukup juga untuk memulai bisnis, gimana ya?’

‘Saya pingin banget buka usaha, bahkan sudah banyak ide & peluang, tapi selalu mentok di modal euy..’ :(

Adakah diantara kalimat diatas yang pernah terlintas di benak Anda? Pernyataan & pertanyaan diatas hanyalah sedikit contoh kebingungan orang yang mau memulai usaha maupun mengembangkan usaha. Akhir-akhir ini saya makin sering mendengarnya baik di obrolan dengan teman, di milist, di seminar dan sebagainya.

Wajar bila kita pernah berpikiran seperti itu dimana bisnis selalu identik dengan modal, yakni berupa sejumlah uang yang tidak sedikit. Apakah pendapat ini salah? Tentu tidak, hanya saja kurang tepat teman.. J Perlu kita luruskan bahwa modal itu bukan hanya uang, tapi juga keahlian, SDM/karyawan, market, product knowledge, bahkan jaringan atau relasi. Nah, darimana kita dapatkan semua itu???

4 bulan lalu di sebuah sesi pelatihan Rhenald Kasali School for Entrepreneur, saya diperkenalkan istilah ‘capital network’ yakni bagaimana kita membangun & memanfaatkan jaringan modal di sekitar kita.

Perhatikan gambar di atas deh, setiap orang pasti punya relasi dengan orang lain yang mempunyai profesi & potensi yang berbeda, inilah yang dimaksud ‘capital network’ alias jaringan modal. Nah, ketika kita hendak membangun bisnis, tentu relasi ini sangatlah penting.

Misal Anda butuh konsultan nih ya.. Anda bisa menemukannya melalui dosen kemudian ustadz Anda atau bisa juga melalui ortu kemudian ustad baru ke konsultan tersebut. Begitu juga ketika Anda butuh karyawan, modal uang, bahan baku, dan sebagainya. Mudah kan???

So, clue-nya adalah kita musti membangun relasi sebanyak-banyaknya dengan semua kalangan & mengenal betul potensi mereka. Hampir semua pengusaha sukses yang pernah saya baca biografinya, sebut saja Sandiaga S. Uno, Arifin Panigoro, William Suryajaya (alm), Dahlan Iskan, Jusuf Kalla, Ciputra dan lainnya adalah orang-orang yang hebat membangun & mengelola relasi.

Rasulullah SAW pun pernah bersabda, "Barang siapa suka rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

So, Sampai ketemu di puncak sukses :D


Note: Saya sudah merasakan kehebatan ‘capital network’ ini dalam membangun imperium bisnis saya sendiri. So, gimana dengan Anda??? Proof it deh.. J

Sabtu, 28 Agustus 2010

Anda Mau Jadi Apa 3-5 Tahun ke Depan?


Ada 3 hal yang menentukan karakter seseorang, yakni gen, keluarga & lingkungan. Seseorang akan menjadi orang baik atau jahat, rajin atau malas, peduli atau cuek dan seterusnya sudah dapat ditebak dari sekarang dengan mengidentifikasi 3 hal tersebut.

Begitu pula terkait profesi apa yang akan dilakoni seseorang di masa yang akan datang pun juga bisa diprediksi dengan memperhatikan ketiga hal tersebut. Nah, gimana kalo Anda terlahir dari keluarga ‘priyayi/karyawan’ tetapi ingin menjadi seorang pengusaha/entrepreneur?
Karena gen & keluarga Anda yang sudah pasti punya budaya & mindset priyayi, maka satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah Anda musti bergaul dengan lingkungan para entrepreneur.

Salah satu komunitas entrepreneur yang bagus yang ada di Indonesia adalah ‘Rhenald Kasali School of Entrepreneur/RKSE’ yang bermarkas di Rumah Perubahan, Jakarta Timur (maaf nih sedikit berpromosi karena saya salah satu alumninya hhee.. ), lebih jelasnya silakan lihat di http://www.rkse.co.id

Foto di atas adalah saat acara gathering sekalian buka bersama alumni RKSE pada hari Sabtu, 21 Agustus 2010 di Rumah Perubahan. Sebagian alumni ada yang baru mulai merintis usaha, ada yang sudah mempunyai usaha.

Kita lihat 3-5 tahun kemudian mereka akan jadi apa? Dengan visi yang besar & kemauan kuat serta ridlo Allah SWT, insya Allah mereka akan jadi pemain kunci ekonomi Indonesia.

Let’s proof it friends..*_^