Home

Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

Menebar Semangat di ‘Pasar’


‘Semangat pagi!!!’, sapaku yang kemudian serentak dijawab ‘pagi!!!’ oleh temen-temen di pasar.

‘Dinamika hidup’, aku lebih suka menyebutnya begitu. Alhamdulillah, Allah SWT memberikanku kesempatan merasakan hidup di lingkungan yang beragam, nah kali ini, sejak Juli 2010 merasakan lingkungan ‘pasar becek’ alias pasar tradisional, sedangkan tepat sebelumnya aktivitasku lebih banyak berada di lingkungan para professional kantoran.
Hampir setiap hari, minimal beberapa menit aku musti nyamperin pasar untuk berbagai urusan baik untuk mengambil barang dagangan, kirim barang, cek penjualan maupun sekedar ‘say hello’ kepada kawan-kawan sambil memantau kondisi pasar.

‘Bumi-langit’,

Jumat, 21 Januari 2011

Lokasi, lokasi & lokasi..


Hari-hariku kini lagi sering berurusan dengan yang namanya ‘lokasi’. Mengapa lokasi? Ada apa dengan lokasi? Seberapa pentingkah lokasi?

"Lokasi menentukan" celoteh temen2 semasa sekolah ketika musim ujian semester.
"Cari lokasi yang deket anak pinter atau lokasi yang bisa buka ‘contekan’ hhaaaa". Walahhh… teringat nakalnya semasa sekolah. Terbukti kok nilai anak2 satu kelas jadi bagus semua hhhaaaaa nakalnya...

Waduh kok jadi ngelantur? Ok deh, kembali ke jalan yang benar.
‘Lokasi’ kali ini berhubungan dengan aktivitas ‘marketing’. Dalam marketing dikenal istilah ‘4P’, yakni Place, Product, Price & Promotion. Nah, apa hubungannya dengan aktivitasku sekarang?

Jumat, 05 November 2010

Membangun Personal Branding

Ketika Anda mendengar nama Ahmadinedjad, Barack Obama, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) & Kim Jong Il, dalam otak Anda pasti segera ‘tergambar’ profile mereka baik fisik maupun karakter mereka bukan? Masing-masing mereka adalah kepala Negara dengan karakter yang berbeda.
Contoh lagi nih, gimana kalau Anda mendengar nama Ahmad Dhani, Ike Nurjanah & Opick? Mereka sama-sama penyanyi papan atas tanah air, tetapi dengan cepat otak Anda segera membedakan mereka sesuai dengan kapasitas mereka, yakni penyanyi pop, dangdut & religi, iya kan?
Secara sederhana ‘personal branding’ adalah

Kamis, 17 Juni 2010

IQ Finansial


Untuk menjadi kaya kita perlu meningkatkan IQ financial.

(Robert T. Kiyosaki)


IQ finansial menurut Robert Kiyosaki mencakup 4 bidang yang luas :

  • Akuntansi
  • Investasi
  • Mengerti faktor pasar
  • Hukum

1. Akuntansi

Inilah yang Robert Kiyosaki sebut melek finansial. Keterampilan penting jika anda ingin membangun imperium bisnis. Semakin banyak uang yang menjadi tanggung jawab anda, semakin dibutuhkan keakuratan, atau rumah itu akan ambruk. Ini adalah otak bagian kiri, atau detail-detail. Melek finansial adalah kemampuan untuk membaca dan memahami laporan finansial. Kemampuan ini mengizinkan anda untuk mengenali kekuatan dan kelemahan bisnis apapun.

2. Investasi

Ini yang Robert Kiyosaki sebut ilmu pengetahuan tentang uang yang menghasilkan uang. Ini mencakup strategi dan formula. Ini adalah otak bagian kanan, atau sisi kreatif.


3. Mengerti Faktor Pasar

Menurut saya pribadi, kita harus mengetahui bahwa pasar seringkali digerakkan oleh perasaan atau emosi (fear & greedy). Kemudian faktor pasar yang lainnya adalah pengertian ekonomis akan investasi, apakah investasi masuk akal atau tidak masuk akal berdasarkan pada kondisi-kondisi pasar yang sekarang. Untuk memahami faktor pasar juga kita harus memahami hokum penawaran dan permintaan.

Seperti misalnya pada awal tahun 90-an ketika banyak perusahaan Go Public, banyak sekali orang yang beli saham karena alasan emosionil, bukan alasan ekonomi investasi jangka panjang. Begitu banyaknya orang antri berbondong-bondong untuk mendapatkan saham perdana dengan perhitungan akan untung dalam jangka pendek tanpa menghitung apakah harga saham perdana tersebut masuk akal atau tidak. Memang benar bila dilepas jangka pendek mereka akan untung. Tapi pada prakteknya, banyak orang merasa untung tapi tidak untung sesungguhnya karena mereka tidak jual ketika untung dan ketika harga turun mereka tidak berani jual karena takut rugi dan disimpan sampai hari ini dengan sakit hati. Dan siapa yang untung dalam situasi tersebut? Adalah orang-orang yang memahami hukum pasar dan mereka yang berjualan saham.

Contoh lain ketika demam pencarian emas di amerika, siapa yang kaya? Adalah orang-orang yang menjual alat-alat pertambangan emas dan celana jeans yang kuat untuk para penambang.

Orang-orang yang kaya adalah orang-orang yang bisa mengenali permintaan pasar atau menciptakan pasar sendiri.


4. Hukum

Misalnya, memanfaatkan korporasi yang dibungkus dengan keterampilan teknis tentang akuntansi, investasi, dan pasar dapat membantu pertumbuhan yang luar biasa. Orang dengan pengetahuan tentang keuntungan dan perlindungan pajak yang disediakan oleh sebuah korporasi dapat menjadi kaya dengan jauh lebih cepat daripada orang yang cuma menjadi karyawan atau pemilik tunggal sebuah bisnis kecil. Ini seperti perbedaan antara seseorang yang berjalan kaki dengan yang terbang. Perbedaan itu sangat besar bila menyangkut kekayaan jangka panjang.


Sudahkah Anda mengasah kecerdasan IQ finansial Anda?

*disarikan dari TDW university