Home

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Bravo Jokowi !!!


Sehari lagi, 11 Juli 2012, masyarakat Jakarta bakal menentukan calon pemimpinnya untuk masa 5 tahun mendatang. Karena yang punya hajat ini kota Jakarta, miniatur Indonesia, maka meski event ini hanyalah Pemilihan Kepala Daerah, tapi ‘kehebohannya’ serasa pemilihan RI-1 loh..

Pesta demokrasi makin semarak karena diikuti oleh 6 pasang kontestan, 4 pasang diusung partai politik & 2 pasang lagi berangkat sebagai calon independen. Serunya lagi nih, ada beberapa calon orang DKI-1 ini yang sengaja di-import oleh parpol dari daerah-daerah di luar DKI, sebut saja Jokowi dari Solo, Ahok dari Bangka-Belitung & Alex Nurdin dari Sumatera Selatan, serta ada beberapa lagi yang meski sudah menjadi warga Jakarta tapi sebenarnya pendatang juga.

14 tahun sejak era reformasi bergulir, sejujurnya baru kali ini saya merasa terbawa euforia demokrasi. Baru kali ini juga saya merasa ada kandidat pemimpin daerah yang terasa ‘sangat sreg’, namun sayangnya

Rabu, 24 Agustus 2011

‘Cuci Mata Sekalian Asmara Subuh’, hmm.. aneh???


Perhatikan gambar berikut... Entah nyadar atau tidak, media ini telah membuat opini ‘menyesatkan’ ke masyarakat.


Dalam satu kunjungan saya di bulan Ramadahan tahun ini ke salah satu kota di Indonesia (maaf saya belum bisa sebutkan nama media & kota tersebut), saya mendapati sebuah surat kabar dengan headline yang benar-benar membuat saya tercengang.

‘Cuci Mata Sekalian Asmara Subuh’. Wow!!!

Bagi sebagian orang, judul tersebut mungkin dianggap biasa & bahkan mugkin malah memberikan

Senin, 15 Agustus 2011

Pemerintah, Teganya Kau Musuhi Kami?



Judul diatas bukanlah mengada-ada, tapi bener-bener jeritan hati para petani. Kalau Anda berasal dari keluarga petani pasti bisa lebih memahami.

‘Indonesia adalah negara agraris’. Saya yakin semua sobat tahu itu karena sejak di Sekolah Dasar kita selalu dicekoki slogan tersebut. Kita tahu mata pencaharian utama penduduk Indonesia adalah petani dengan tanah persawahan & perkebunan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Selanjutnya saya juga yakin semua sobat tahu bahwa sebagian besar penduduk miskin di negara kita tercinta ini adalah ‘petani’. Tapi, apakah para sobat tahu apa yang menyebabkan petani di negeri ini tetap miskin?